Paper Bisnis Kehutanan Medan, Juni 2022
POTENSI BISNIS KEHUTANAN AIR TERJUN
SIKULIKAP DESA DOULU KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si.
Oleh:
Johan Abimael Januari Hutabarat
191201138
MNH 6
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA
MEDAN
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Paper Bisnis Kehutanan ini dengan baik. Paper Bisnis Kehutanan yang berjudul ”Potensi Bisnis Kehutanan Air Terjun Sikulikap di Desa Doulu Kabupaten Karo Sumatera Utara” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bisnis Kehutanan pada Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Bisnis Kehutanan yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si karena telah memberikan materi dengan baik dan benar.
Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi paper ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Medan, Juni 2022
Penulis
LATAR BELAKANG
Sumber
Daya alam mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Pengelolaan
terhadap sumberdaya alam harus sangat bijaksana. Karena diperlukan waktu yang cukup
lama untuk bisa memulihkan kembali apabila telah terjadi kerusakan/kepunahan.
Pengelolaan secara bijaksana yaitu pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya yang
optimal dan berwawasan lingkungan agar sumber daya alam yang ada tetap lestari.
Dengan diketahuinya manfaat dari SDH ini maka hal tersebut dapat dijadikan
rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk mengalokasikan sumber daya alam
(SDA) yang semakin langka dan melakukan distribusi manfaat SDA yang adil.
Bisnis
kehutanan mempunyai peran yang signifikan dalam mendorong terjadinya
Pengelolaan Hutan yang berkelanjutan. Para pebisnis berperan dalam menjaga
areal kerjanya tetap memenuhi ketentuan-ketentuan pengelolaan hutan lestari
yang berlaku di masing-masing negara. Para pebisnis dituntut peranannya dalam
menjaga keseimbangan antara memenuhi permintaan kebutuhan kayu dan produk
turunannya yang tetap tinggi baik di pasar domestik maupun pasar internasional
dengan melakukan praktek-praktek pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan.
Untuk
terciptanya suatu iklim bisnis kehutanan yang baik, salah satu faktor yang
perlu diperhatikan adalah faktor perijinan. Suatu sistem perizinan yang jelas
dan terpadu serta dengan sistem pengawasannya bisa menjadi faktor penting dalam
mendorong terjadinya pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Sebaliknya, suatu sistem perizinan yang tidak transparan, berbelit-belit bukan
hanya akan membuat rentan kondisi sumber daya hutan yang dikelola, sekaligus
juga menumbuhkan kesempatan terjadinya tindakan kejahatan atau pelanggaran,
seperti tindak pidana korupsi.
Desa
Doulu merupakan satu di antara sembilan desa yang ada di Kecamatan Berastagi, Kabupaten
Karo, yang terletak pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Didalam
desa Doulu ini terdapat objek wisata air terjun yang dikenal dengan Air Terjun
Sikulikap yang berada tepat di perbatasan antara wilayah Karo dan kabupaten
Deli Serdang yang memiliki pesona alam dan lokasi menarik. Air Terjun Sikulikap
merupakan objek wisata yang terletak di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi,
Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dan merupakan objek wisata alami yang
memiliki ketinggian sampai 30 meter. Jarak tempuh Air Terjun Sikulikap dari
Medan berkisar 54 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.
Air
terjun Sikulikap berada di bawah jurang Penatapan. Meskipun letaknya ada di
bawah sebuah jurang, akses untuk menuju ke lokasi wisata ini cukup baik karena
telah disediakan akses berupa jalan setapak yang memadai untuk para wisatawan.
Selain itu, di sepanjang jalur, telah terpasang pembatas berupa pagar yang
terbuat dari besi yang kuat dan terdapat sebuah pintu masuk yang lokasinya
dekat dengan sebuah gapura perbatasan. Sumber air pada air terjun Sikulikap ini
berasal dari Taman Hutan Rakyat Bukit Barisan. Dimana hutan yang mengelilingi
air terjun Sikulikap merupakan bagian dari KEL (Kawasan Ekosistem Leuser) Taman
Nasional Gunung Leuser.
Rumusan
masalah
1.
Bagaimana multi usaha bisnis kehutanan ?
2.
Bagaimana potensi pengembangan bisnis yang ada di Sikulikap ?
3. Bagaimana pemanfaatan ekowisata yang ada di Sikulikap ?
Tujuan
1.
Untuk mengetahui bagaimana multi usaha bisnis kehutanan
2.
Untuk mengetahui bagaimana potensi pengembangan bisnis di Sikulikap
3. Untuk mengetahui pemanfaatan ekowisata yang ada di Sikulikap
ISI
Multi
Usaha Bisnis Kehutanan
Pengembangan
model bisnis multi usaha kehutanan yang inklusif dalam pengelolaan hutan saat
ini memperoleh momentum yang tepat dengan terbitnya UU No. 11 tahun 2020
tentang Cipta Kerja. Melalui UU ini, Perhutanan Sosial dan pengelolaan hutan
berbasis 1 izin berusaha untuk memanfaatkan multi usaha kehutanan yang meliputi
hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, pemanfaatan kawasan dan jasa
lingkungan, mendapat payung kebijakan yang kuat.
Multiusaha
kehutanan (MUK) khususnya pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa
lingkungan telah dimunculkan oleh Dr.Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSi, IPU., Menteri
LHK pada 10 Mei 2019, diharapkan dapat menjadi tulang punggung (backbone) baru bagi perekonomian
Indonesia. Melalui multiusaha dapat diupayakan peningkatan produktivitas lahan
hutan, jejaring pengaman pangan nasional, pengembangan industri pengolahan,
peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta sebagai upaya resolusi
konflik hutan. Terbitnya UU No. 11 Th. 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK)
telah memberikan momentum yang baik bagi lahirnya model bisnis MUK melalui
perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) pada Hutan Produksi dan Hutan
Lindung.
PP
No. 23 Th. 2021 mendefinisikan MUK sebagai penerapan beberapa kegiatan usaha
kehutanan berupa usaha pemanfaatan kawasan, usaha pemanfaatan hasil hutan kayu
dan bukan kayu, dan/atau usaha pemanfaatan jasa lingkungan untuk mengoptimalkan
kawasan hutan pada Hutan Lindung dan Hutan Produksi. MUK melalui
Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dapat diberikan kepada perorangan,
koperasi, BUMN, BUMD dan BUMS pada : Hutan Lindung dapat diterapkan kegiatan
usaha kehutanan berupa pemanfaatan kawasan, pemanfaatan jasa lingkungan dan
pemungutan hasil hutan bukan kayu; dan Hutan Produksi dapat berupa pemanfaatan
kawasan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu, pemanfaatan
hasil hutan bukan kayu, pemungutan hasil hutan kayu dan pemungutan hasil hutan
bukan kayu.
UUCK tidak menyebutkan secara spesifik MUK pada pasal-pasalnya. Istilah MUK muncul pada PP No. 23 Tahun 2021, sekaligus sebagai penguatan/penyempurnaan terhadap Peraturan Dirjen PHPL No. P.1/PHPL/SET/KUM.1/5/2020 tentang Tata Cara Permohonan, Penugasan dan Pelaksanaan Model Multiusaha Kehutanan bagi Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Produksi.
Potensi
Pengembangan Bisnis Sikulikap
Kebutuhan
akan lahan hutan untuk dikonversi menjadi lahan bisnis non kehutanan seperti
perkebunan, pertanian dan pertambangan sepertinya dalam trend terus meningkat.
Hal tersebut jika tidak diwadahi oleh suatu sistem perizinan dan pengawasan
yang baik, terukur dan terencana hanya akan menghasilkan eksploitasi yang
berlebihan dan tidak bertanggung jawab yang akhirnya akan merugikan semua
pihak. Karena itu pula mengetahui dengan lebih baik profil perusahaan yang
melakukan usaha di bidang kehutanan menjadi prasyarat lain untuk melihat sejauh
mana peranan mereka mendorong terjadinya pengelolaan hutan yang lestari.
1. Kafe
Elsierra
adalah kafe di kawasan Sikulikap yang menjadi salah satu bisnis yang
dikembangkan di lokasi air terjun Sikulikap yang menyita perhatian pengunjung.
Sebagai tempat persinggahan, tongkrongan, makanan. Kafe tersebut sepenuhnya
dibangun dengan menggunakan kayu alam dan terasa sangat otentik dan cafe
tersebut dikelilingi oleh pepohonan sehingga pengunjung sering menyebut nya
cafe pohon. Kafe ini semakin populer karena di sekitarnya terdapat jembatan
kayu yang setiap sisinya diterangi lampu. Pada malam hari ketika lampu taman
dihidupkan, suasananya seketika berubah selain itu juga kafe tersebut menjadi
tempat berswafoto yang Instagramable bagi para pengunjung.
Kafe ini sendiri memiliki pengelola yang berbeda yaitu Bapak Tomy Ginting(32), dengan karyawan sebanyak 6 orang. Kafe ini sendiri memiliki rerata pendapatan sebesar 40 juta/bulan dengan pengeluaran 20-25 juta/bulan dan mendapatkan penghasilan bersih sebesar 15-20 juta/bulan.
2.
Daerah Camp
Selain
bisnis kafe, Sikulikap juga menawarkan daerah berkemah bagi para wisatawan yang
ingin melakukan healing dari penat aktivitas pekerjaan ataupun aktivitas
akademik. Tempat perkemahan berjarak sekitar 150 meter dari area air terjun.
Karena terletak di dataran tinggi. Berkemah di air terjun akan terasa lebih
dekat dengan alam dan teman-teman. Untuk berkemah disarankan agar menggunakan
jaket atau selimut tebal untuk menghindari hipotermia karena udara menjadi
terasa sangat dingin sepanjang malam. Pengunjung yang camping juga diizinkan membuat api unggun untuk menghangatkan badan
dari udara dingin. Untuk dapat berkemah di air terjun Sikulikap tersebut
dikenakan biaya sebesar Rp10.000/malam, sayangnya belum ada tempat penyewaan
peralatan camping, yang mana sebenarnya
dapat dikembangkan untuk menambah pendapatan bisnis tersebut, oleh karena itu
para wisatawan disarankan untuk membawa perlengkapan camping sendiri seperti
tenda, matras dan sleeping bag.
3.
Air Terjun Sikulikap
Air Terjun Sikulikap menjadi primadona utama di samping daerah berkemah dan cafe sebagai bisnis yang ada di Sikulikap. Air Terjun yang memiliki ketinggian sampai 30 meter ini merupakan tokoh utama yang dituju oleh para wisatawan, selain untuk menikmati keindahan air terjun tersebut, untuk menenangkan kejenuhan para wisatawan tak lupa untuk mengabadikan momen bersama air terjun tersebut dengan berswafoto dengan biaya foto per gambar sebesar Rp20.000/ lembar print foto. Selain itu, adanya saung sebagai tempat berfoto yang akan memperdekat jarak dekat dengan air terjun Sikulikap, di sekitar air terjun tersebut juga menyediakan spot spot untuk berfoto bersama teman, pasangan, keluarga, dan foto pra wedding. Sayang nya di jalur menuju lokasi air terjun pengelola tidak menyediakan tempat sampah yang mana para wisatawan masih banyak yang membuang sampah seperti tissue di tepi jalan.
Pemanfaatan
Ekowisata Sikulikap
Ekowisata
merupakan suatu model pengembangan wisata yang memadukan antara konsep wisata
dan pelestarian alam. Selain menekankan pada kegiatan menikmati keindahan alam,
ekowisata juga diarahkan pada pelibatan masyarakat dan harus mengandung nilai
pendidikan bagi wisatawan. Ekowisata menjadi suatu bentuk wisata yang
bertanggung jawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area),
memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi
masyarakat setempat. Ekowisata dapat dikembangkan dalam kawasan hutan produksi,
hutan lindung maupun hutan konservasi termasuk taman nasional.
Dalam
pengembangan produk industri pariwisata, objek dan atraksi wisata mempunyai
peranan sekaligus menentukan dalam penarikan kunjungan wisatawan. Kedua unsur
ini merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan, karena dimana ada objek
wisata maka disana pula terdapat atraksi wisata. Sesuatu yang dapat disebut
dengan objek wisata yaitu apabila untuk melihat objek tersebut tidak ada
persiapan yang dilakukan terlebih dahulu.
Pemanfaatan
ekowisata Sikulikap ini sudah cukup baik dengan pengelolaan dan pengembangan
daerah tersebut sebagai tempat wisata yang menarik dengan daya tarik yang dapat
membuat para wisatawan datang untuk berwisata baik primadona air terjun
Sikulikap, daerah berkemah, dan cafe serta spot spot foto yang menyajikan latar
hutan alam yang indah.
Melalui multiusaha dapat diupayakan peningkatan produktivitas lahan hutan, jejaring pengaman pangan nasional, pengembangan industri pengolahan, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta sebagai upaya resolusi konflik hutan. Air Terjun Sikulikap merupakan objek wisata yang terletak di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dan merupakan objek wisata alami yang memiliki ketinggian sampai 30 meter. Ekowisata air terjun Sikulikap memiliki potensi bisnis seperti objek air terjun, daerah berkemah, kafe serta spot spot untuk berswafoto. Pengelolaan bisnis dan pengembangan ekowisata air terjun Sikulikap berjalan dengan baik dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut.
SARAN
Sebaiknya untuk menunjang dan menjaga kebersihan di lokasi wisata diberikan tanda larangan membuang sampah sembarang serta dibuatnya tempat sampah menuju jalur air terjun.
DAFTAR PUSTAKA
Cahyani E, Mayana E. 2019. Potensi Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Jurnal Sosial Ekonomi Hum, 5(1) : 134-39.
Fentri DM, Achnes S. 2017. Persepsi Pengunjung terhadap Daya Tarik Taman Wisata Alam Hutan Rimbo Tujuh Danau di Desa Wisata Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. Jurnal JOM Fisip, 4 (2) : 1-11.
Lubis HS, Samerdanta S, Arwina S, Noercahaya B. 2014. Potensi Desa Doulu Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Journal of Tourism Destination and Attraction, 2 (1) : 27-34.
Manurung R. 2018. Analisis Pengeluaran Wisatawan Pada Atraksi Air Terjun Sikulikap Karo. Jurnal Ilmiah Saintek, 2 (4) : 108-121.
Purba JA, Ayu DT , Irma YW. 2018. Pengembangan Air Terjun Sikulikap Desa Doulu Sebagai Objek Wisata Andalan Masyarakat Kabupaten Karo. Jurnal Tunas Geografi, 7 (2) : 101-106.
Putri AR, Kahfi F. 2019. Pengelolaan Lingkungan melalui Ekowisata Berbasis Masyarakat di Taman Nasional Tesso Nilo-Riau. Jurnal Daya Saing, 5(3) : 261-272.
Sina L. 2005. Peluang Bisnis Bidang Kehutanan bagi Pengusaha Daerah pada Otonomi Daerah di Kalimantan Timur. Risalah Hukum, 1(2) : 15-20
Siregar
SH. 2013. Strategi Pengembangan Ekowisata Kawasan Mempura Kabupaten Siak. Jurnal Kajian Lingkungan, 1(2) :
226-240.
.jpeg)
.jpeg)

Wah sangat bermanfaat, wawasan mengenai potensi alam dan pemanfaatannya..
BalasHapusWoow sangat bermanfaat. Banyak informasi yang di dapat👏
BalasHapusInformasi yang sangat menarik,tingkatkan lagi bang
BalasHapusWoww.. Sangat menarik
BalasHapusTerimakasih admin informasinya sangat membantu
BalasHapus